Rabu, 30 November 2011

Cerita Jumong Episode 20

Cerita Jumong Episode 20




Do Chi berhasil mengembalikan kepercayaan Young Po kembali.
"Kau sudah mengembalikan harga diriku yang jatuh!" seru Young Po tertawa senang.
"Aku akan melakukan apapun untuk Pangeran, walaupun harus mempertaruhkan nyawaku." kata Do Chi menjilat.
"Sekarang kak Dae So sudah mengakui kemampuanku." kata Young Po. "Setelah aku menyingkirkan Jumong, aku akan bersaing dengan kak Dae So untuk mendapatkan gelar Putra Mahkota."
Do Chi tertawa di depan Young Po, namun mengejeknya di belakang.
"Panggil Oyi kemari." perintah Young Po. Do Chi memanggil Oyi masuk.
Young Po menepuk bahu Oyi. "Jika kau melakukan semua perintahku, aku akan memberimu hadiah."
Oyi berjalan pulang dengan perasaan bersalah.



Jumong telah kembali dari kota Hyeon To dan melaporkan apa yang ia katakan pada Yang Jung.
"Aku memperingatkan Yang Jung bahwa Yang Mulia akan mengerahkan pasukan terlebih dahulu bila Han mengancam dan mencampuri urusan BuYeo lagi." kata Jumong melaporkan.
Para pejabat yang netral tersenyum bangga pada Jumong sementara pejabat yang mendukung Dae So cemberut. Young Po dan Dae So menatap Jumong dengan marah.
Geum Wa tertawa. "Bagus sekali." katanya bangga. "Kau telah menyampaikan pesanku dengan sangat baik."
"Aku juga sangat terkesan ketika mendengar kata-kata Pangeran." Jenderal Heuk Chi memuji. "Yang Jung hampir saja terlompat dan tidak bisa berkata apa-apa."


Na Ru mengawasi kegiatan Mo Pal Mo.
Mo Song memergokinya. "Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya.
"Kau tidak perlu tahu." jawab Na Ru seraya berjalan pergi, namun Mu Song menahannya.
"Aku adalah pengawal di bengkel ini. Aku bertanya apa yang kau lakukan dan kau menjawab aku tidak perlu tahu?"
"Apa kau tahu siapa aku?" tanya Na Ru kesal. "Aku adalah pengawal Pangeran Dae So."
"Lalu kenapa? Aku hanya ingin tahu apa yang dilakukan pengawal Pangeran Dae So di bengkel pandai besi?" tanya Mu Song, siap tempur.
Na Ru tidak berkata apa-apa lagi dan berjalan pergi.
Mu Song memberi tahu Mo Pal Mo.


Na Ru menunggu di luar bengkel sampai para pandai besi pulang. Ia memanggil seorang pandai besi anak buah Mo Pal Mo yang bernama Dok Gu dan mengajaknya menemui Dae So dan Young Po.
"Berdasarkan eksperimen senjata baja yang sedang dikembangkan saat ini, kalian sudah sampai pada tahap apa?"
"Walaupun kami masih pada tahap pembuatan spons baja, kami berusaha keras..." Dok Gu menjawab, namun Dae So memotongnya.
"Jangan menyembunyikan apapun dariku!" bentak Dae So.
"Sebenarnya... belum lama ini, kami berhasil membuat sebuah pedang yang setara dengan Han." kata Dok Gu. "Kami tidak sengaja menaikkan suhu api sehingga pedang tersebut terbentuk."
"Jadi sampai sekarang, kalian belum bisa menghasilkan pedang seperti itu lagi?" tanya Dae So.
"Ya."
"Pertemuan kita hari ini rahasia. Jika kau berani menceritakan pada orang lain, kami akan membunuhmu." ancam Young Po.

Jumong menceritakan pada ibunya bahwa ia bertemu dengan Dae So di kota Hyeon To.
Yoo Hwa merasa curiga. Menurutnya, perundingan Dae So mengenai masalah garam beberapa waktu yang lalu terlalu mudah. Mungkin saja Dae So merencanakan sesuatu bersama Yang Jung.
Jumong memikirkan kemungkinan ini.



Di saat yang sama, Perdana Menteri memberi tahu Dae So bahwa Jumong-lah yang telah mematahkan busur Da Mul. Mereka akan menyimpan rahasia ini sampai datang waktu yang tepat agar hal ini bisa dijadikan senjata untuk menjatuhkan Jumong.


Keesokkan harinya, Jumong berkunjung ke rumah Yeon Ta Bal. Di sana, ia bertemu dengan Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo. Oyi menunduk, tidak berani menatap mata Jumong.
"Ada masalah dengan Bu Young." kata Ma Ri. "Dia akan dijual ke Han sebagai budak."
Jumong sangat terkejut. Ia dan ketiga kawannya berlari ke rumah Do Chi.
"Bukankah sudah kukatakan padamu bahwa aku akan datang untuk membayar Bu Young?" tanya Jumong.
"Benar." jawab Do Chi acuh. "Tapi kau tidak pernah datang, dan ada orang lain yang ingin membeli Bu Young dengan harga tinggi. Aku adalah seorang pedagang. Tidak ada salahnya bagiku menjual sesuatu jika keadaan menguntungkan."
Jumong mencengkeram kerah baju Do Chi dengan marah.
"Hukum di BuYeo memberiku hak untuk menjual dan membeli budak." kata Do Chi.
Jumong mengepalkan tangannya dan hendak memukul Do Chi, namun Ma Ri menahannya.
Oyi hanya diam, melihat mereka.
"Dimana Bu Young?" tanya Jumong.
"Hanya tuannya yang tahu."
"Dengarkan aku baik-baik." Jumong memperingatkan. "Kau telah melakukan kesalahan besar. Kau akan menyesalinya."
Jumong dan kawan-kawannya pergi.
Hyeopbo dan Ma Ri marah-marah. Jumong menatap Oyi yang sejak tadi diam, kemudian berkata, "Aku pasti akan melakukan apapun untuk menemukan Jumong dan membawanya kembali." Jumong berjanji, membuat Oyi menjadi sedih dan merasa bersalah. Ia menundukkan kepalanya dan berjalan pergi meninggalkan Jumong.
"Oyi! Oyi!" panggil Ma Ri, namun Oyi tidak menoleh.



Oyi ternyata kembali ke rumah Do Chi.
"Dimana Bu Young?!" tanya Oyi kasar.
Do Chi menarik napas dalam-dalam. "Han Dong, antar dia menemui Bu Young!"
Han Dong mengantar Oyi ke sebuah rumah. Bu Young sedang duduk di sana, dijaga oleh beberapa penjaga.
"Apakah Pangeran Jumong sudah kembali daro Hyeon To? tanya Bu Young.
"Belum." jawab Oyi. "Bersabarlah, Bu Young, aku akan segera membebaskanmu."
Bu Young tersenyum.


Oyi minum-minum hingga mabuk. Ma Ri dan Hyeopbo duduk di hadapannya.
"Semua ini tidak akan terjadi bila dia langsung datang begitu kita kembali dari Go San!" Oyi melampiaskan kemarahannya pada Jumong dengan berteriak-teriak di depan Ma Ri dan Hyeopbo. "Dia tidak pernah peduli pada Bu Young! Dia adalah seorang pangeran! Apa susahnya menyelesaikan masalah ini?!"
"Walaupun dia seorang pangeran, tapi dia tidak bisa semena-mena menggunakan kedudukannya!" bela Hyeopbo.
"Benar, Oyi." kata Ma Ri. "Kau berkata begitu karena marah. Kita tunggu saja."

Jumong meminta bantuan Oo Tae perihal Bu Young. Oo Tae berjanji bahwa ia akan berusaha mencari tahu keberadaan Bu Young.



Keributan terjadi ketika Mo Pal Mo dan Mu Song datang ke rumah pedagang GyehRu untuk menemui Jumong.
"Siapa kalian, laki-laki gendut, berani masuk ke rumah orang lain tanpa permisi?" Yeon Chae Ryeong bertanya ada Mo Pal Mo dan Mu Song.
"Apa maksudmu laki-laki gendut?" seru Mo Pal Mo tersinggung.
Chae Ryeong menampar wajah Mo Pal Mo.
Wajah Mo Pal Mo menjadi merah karena tamparan sekaligus karena marah. Ia hendak beradu argumen dan memarahi Chae Ryeong, namun Mu Song menariknya pergi.
Jumong, Mo Pal Mo, Mu Song, Ma Ri, Oyi, dan Hyeopbo berkumpul bersama di kamar Jumong.
"Pengawal Pangeran Dae So memata-matai bengkel pandai besi." lapor Mo Pal Mo.
"Berarti, dia dikirim oleh Pangeran Dae So?" tanya Mu Song.
"Kurasa Pangeran Dae So sudah tahu kedekatan kita saat kini." kata Mo Pal Mo. "Apa mungkin dia sudah mengetahui rencana kita untuk menemukan rahasia metode pencampuran baja?"
"Selain kita berenam, tidak ada lagi orang lain yang tahu." kata Jumong, tidak setuju. "Bagaimana mungkin Kak Dae So tahu rencana kita?"
Oyi hanya bisa menunduk dan diam.

Malamnya, Oyi melaporkan pada Young Po bahwa Jumong curiga bahwa Dae So sudah mengetahui rencana mereka dalam pengembangan senjata dari baja.


Permaisuri Wan Ho menyarankan Geum Wa agar mengganti Yeo Mi Eul sebagai peramal tertinggi dengan peramal Ma Oo Ryeong.
Geum Wa ragu sesaat. Ia mengatakan bahwa Yeo Mi Eul telah banyak memperoleh respek dari masyarakat sejak masa pemerintahan Raja Bu Ru. "Apakah ada peramal lain yang bisa memenuhi kualifikasi seperti Yeo Mi Eul?"
"Aku sudah lama mengenal peramal Ma Oo Ryeong di klan Ma Ga." kata permaisuri. Dia melakukan tugasnya dengan sangat baik."
Geum Wa berpikir sejenak. "Lakukan sesukamu." kata Geum Wa akhirnya.
Permaisuri tersenyum. Pengangkatan Ma Oo Ryeong sebagai Peramal Suci Tertinggi akan sangat menguntungkannya dan Dae So.
Permaisuri memulai upayanya untuk menurunkan Yeo Mi Eul dengan mendekati pada peramal yang lain.

Yeo Mi Eul mengundang Yeon Ta Bal dan So Seo No ke istana untuk berbincang dengannya Ia menawarkan kerja sama dengan Yeon Ta Bal. Ia bersedia membantu Yeon Ta Bal merealisasikan mimpinya jika Yeon Ta Bal bersedia membantunya. Namun Yeon Ta Bal belum memberikan jawaban.



Setelah bertemu dengan Yeo Mi Eul, So Seo No dan Yeon Ta Bal bertemu dengan Dae So. Dae So secara terang-terangan mengatakan kalau ia sangat menyukai So Seo No dan ingin meminang So Seo No menjadi istrinya. "Tolong restui kami." katanya.
"Aku merasa sangat terhormat, Pangeran." kata Yeon Ta Bal sopan. "Namun ini terlalu cepat untuk kami. Aku tidak bisa memberi jawaban sekarang."
Dae So tersenyum dan beralih ke So Seo No. "Bisakah kau menerima perasaanku?"
So Seo No tidak menjawab.


"Pangeran Dae So tidak memiliki tempat dihatiku." kata So Seo No pada Yeon Ta Bal begitu mereka sudah bicara empat mata di rumah mereka.
"Jadi, Pangeran Jumong yang ada di hatimu?" tanya Yeon Ta Bal. "Aku tidak ingin pendapatku mempengaruhimu. Tapi, nasib klan GyehRu bergantung pada keputusanmu. Berpikirlah hati-hati."
So Seo No mengalami dilema. Di hatinya hanya ada Jumong, tapi ia juga harus memikirkan nasib klannya.


Saat malam, So Seo No datang ke depan kamar Jumong. Jumong sedang membaca sesuatu. Ia melihat bayangan Jumong yang kelihatan dari balik Jendela dengan perasaan sedih.
Beberapa saat kemudian, ia mengetuk pintu kamar Jumong dan masuk.
"Kau seharusnya sudah tidur." kata So Seo No. "Apa yang sedang kau baca?"
"Aku ingin menemukan metode pencampuran baja." kata Jumong. "Aku sedang belajar tentang baja."
"Para pandai besi gagal menemukan metode itu selama bertahun-tahun." kata So Seo No. "Tidak mungkin kau akan menemukannya dalam waktu singkat."
"Hal ini adalah masalah yang harus diselesaikan BuYeo. Pasti sangat bagus jika aku bisa menemukan metode itu."
So Seo No diam, sepertinya sedang banyak pikiran dan ada masalah. Jumong menatapnya dan bertanya, "Apa ada masalah? Kau kelihatan tidak sehat."
So Seo No menatap Jumong. "Sebenarnya... Pangeran Dae So melamarku." katanya.
Jumong diam.
"Aku sudah mengambil keputusan." lanjut So Seo No, kelihatan sedih. "Tapi jika aku menolak Pangeran Dae So, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada nasib klan GyehRu. Ini sangat sulit untukku. Bisakah kau membantuku agar aku lebih yakin?"
"Aku pernah mengatakan bahwa takdirku adalah berdampingan denganmu." kata Jumong, mencoba tersenyum. "Guruku pernah berkata, jika ketika sedang melakukan sebuah tugas besar, ia gagal memenuhi janji untuk melindungi seorang wanita. Ia dipenuhi oleh rasa penyesalan. Aku akan melakukan apapun agar bisa memenuhi janjiku padamu."
So Seo No menatap Jumong, hampir menangis, namun terlihat sangat lega.
Jumong tersenyum padanya.



Mo Pal Mo melakukan eksperimen dengan mencampurkan bubuk lemon ke dalam lelehan baja. Ia mencoba pedang yang dihasilkannya, namun ternyata masih patah. Ia gagal lagi dan merasa sangat kecewa.

Ma Ri mulai mencurigai bahwa ada sesuatu yang aneh pada diri Oyi akhir-akhir ini. Hyeopbo tidak peka, jadi dia tidak menyadari apa-apa.

Oo Tae akhirnya berhasil mengetahui informasi tentang Bu Young.
"Kurasa Pangeran salah." kata Oo Tae pada Jumong. "Berdasarkan sumber yang kuterima dari pedagang budak, walaupun mereka memang melakukan transaksi dengan Do Chi tapi Do Chi tidak pernah menjual seorang gadis bernama Bu Young. Kurasa Do Chi sedang merencanakan sesuatu."
Informasi ini cukup mengejutkan Jumong.


Ketika hari sudah gelap, diam-diam ia mengikuti Han Dong dan mengancam dengan pedangnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Han Dong ketakutan.
"Dimana Bu Young?" tanya Jumong tenang.
"Aku sudah bilang bahwa ia dijual pada pedagang budak Han!" jawab Han Dong berbohong.
Rupanya Han Dang tidak bisa diajak kerja sama dengan cara baik-baik. Jumong memukul Han Dong hingga terjatuh. Ia bertanya sekali lagi, "Dimana Bu Young?"
"Aku sungguh tidak tahu apa-apa." jawab Han Dong bersikeras.
Jumong memukul Han Dong lagi, masih dengan sikap yang sangat tenang.
"Dimana Bu Young?" tanya Jumong lagi.
Han Dong tidak menjawab.
"Aku tanya untuk terakhir kalinya, dimana Bu Young?"
Han Dong masih tidak menjawab.
Jumong mengangkat pedang ingin membunuh Han Dong, namun Han Dong langsung berteriak, "Ampuni aku! Ampuni aku!"
Akhirnya ia bersedia mengantar Jumong ke rumah Bu Young disekap.
Beberapa penjaga di rumah itu menyerang Jumong, namun Jumong bisa mengalahkan mereka. Han Dong mencoba membawa Bu Young pergi, namun Bu Young menolak dan berusaha kabur.
Jumong menolong Bu Young.
"Yang Mulia..." Bu Young berkata ketakutan.
"Aku akan membawa Bu Young bersamaku." kata Jumong pada Han Dong. "Jika kau ingin meminta pembayaran atasnya, katakan pada Do Chi agar menemuiku."



Jumong mengajak Bu Young ke ruangannya di rumah GyehRu, lalu memanggil Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo.
"Bu Young!" teriak Ma Ri dan Hyeopbo senang ketika melihat Bu Young.
Oyi hanya diam, tidak mengatakan apapun.
"Oyi, kau kenapa?" tanya Hyeopbo. "Bukankah kau mencariBu Young kemana-mana? Tapi kenapa kau tidak kelihatan senang sekarang?"
"Aku harus meninggalkan Pangeran." kata Oyi, menundukkan kepalanya. "Aku tidak pantas mengabdi pada Pangeran."
"Apa yang kau katakan?" tanya Hyeopbo bingung.
"Aku menyerah pada Do Chi dan mengkhianati Pangeran." Oyi berkata dengan rasa bersalah. "Aku memberitahu Pangeran Dae So dan Pangeran Young Po kalau Pangeran dan ketua bengkel pandai besi.... berusaha menemukan rahasia metode pencampuran baja."
Jumong terkejut.
"Apa kau gila?!" teriak Ma Ri.
Hyeopbo mencengkeran kerah baju Oyi. "Bagaimana bisa kau melakukan hal itu pada kami?!"
Jumong diam saja dan berjalan beberapa langkah mendekati Oyi. Ia menatap Oyi, kemudian berlutut di hadapannya.
"Kakak!" seru Ma Ri terkejut.
"Kenapa kau lakukan ini, Pangeran?" tanya Hyeopbo.
"Akulah yang seharusnya meminta maaf." kata Jumong. "Aku terlalu sibuk memikirkan urusanku sendiri saat kalian bersusah payah untuk menyelamatkan Bu Young. Akulah yang tidak pantas menjadi kakak kalian. Tolong jangan pergi, Oyi."
Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo menangis.
Oyi berlutut di hadapan Jumong. Ma Ri dan Hyeopbo ikut berlutut.
"Pangeran..."



Oyi mencoba menjebak Dae So dan Young Po dengan menemui mereka secara diam-diam di kota.
"Kudengar mereka sudah menemukan petunjuk mengenai metode pencampuran baja." kata Oyi melaporkan.
Dae So dan Young Po sangat terkejut.
"Apa maksudmu?" tanya Dae So.

0 komentar:

Poskan Komentar