Kamis, 01 Desember 2011

Cerita Pendekar Pemanah Rajawali versi Terbaru Episode 5.6 dan 7

Cerita Pendekar Pemanah Rajawali episode 5

Saat sudah sampai di sungai, ternyata di sungai tersebut ada sebuah perahu yang berlabuh. Di dalam perahu itu ada seorang wanita yang sangat cantik. Kwee Ceng yang sedang mencuci kain di sungai tidak menyadari hal ini. Tiba-tiba sang bidadari cantik tersebut memanggil Kwee Ceng dengan panggilan "Kakak Ceng". Inilah tampang Kwee Ceng yang bengong dan terheran-heran setelah menyadari bidadari cantik itu memanggilnya

Kwee Ceng segera mendekatinya, dan terheran-heran karena sang bidadari sangat mirip dengan seorang temannya. Kemudian sang bidadari meengatakan semua hal yang ia alami sejak awal bertemu dengan Kwee Ceng. Akhirnya Kwee Ceng menyadari, ternyata sang bidadari cantik itu adalah gembel cilik, adik Oey.

Dari sinilah, Kwee Ceng mulai jatuh cinta kepada Oey Yong. Kemudian mereka bercakap-cakap berdua di pinggir sungai. Oey Yong menceritakan tentang bagaimana ayahnya tidak memahami dirinya. Tiba-tiba Oey Yong teringat pada nona Bok, dan mereka segera kembali. Beberapa saat setelah kembali, ayah nona Bok datang dan langsung menyerang Kwee Ceng. Untunglah pada saat bersamaan, nona Bok sadar dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bahwa Kwee Ceng dan Oey Yong lah yang telah menyelamatkannya. Setelah berpamitan , Kwee Ceng dan Oey Yong pun pergi.

Dalam perjalanan, mereka melihat arak-arakan sekelompok orang yang belakangan diketahui bahwa orang-orang ini adalah teman-teman Auw Yang Hok, keponakan si Racun Barat Auw Yang Hong. Setelah bertemu Auw Yang Hok dan teman-temannya tersebut berdiskusi bagaimana mengalahkan Kwee Ceng dan mempersembahkan kepalanya kepada sang pangeran Wan Yen Hung Lieh. Auw Yang Hok mengatakan bahwa sangat mudah untuk menghadapi Kwee Ceng, tapi tidak mudah untuk menghadapi temannya karena temannya ini punya hubungan dekat dengan Sesat Timur Oey Yok Su.

Sementara itu di penginapan, Oey Yong tiba-tiba berteriak dari kamarnya yang sudah dipenuhi beberapa ekor ular. Akan tetapi, setelah ditolong Kwee Ceng, ternyata Oey Yong hanya berpura-pura. Kwee Ceng marah, dan Oey Yong segera minta maaf kepadanya. Oey Yong menjelaskan kalau ia dibesarkan di Pulau Persik dan hanya ditemani beberapa pelayan dan ayahnya. Ia mendambakan seseorang yang baik kepadanya. Setelah mendengar penjelasan ini, Kwee Ceng tidak marah lagi.

Malamnya, Oey Yong bertanya apa rencana Kwee Ceng selanjutnya. Kwee Ceng menceritakan bahwa dia harus menemui guru-gurunya lalu bertempur dan membalas dendam untuk kematian ayahnya. Lalu, Oey Yong terus mengejar bagaimana setelah semuanya beres. Kwee Ceng berencana untuk kembali dan menemui ibunya, tapi ia juga akan mengajak Oey Yong. Kwee Ceng berencana untuk membuat kemah yang lebih besar untuk tempat tinggal mereka bertiga : ibunya, dia, dan Oey Yong.

Pada saat Kwee Ceng menceritakan tentang Go Chin, si putri Mongol dan bagaimana bahwa ia dipaksa untuk menikah dengannya. Oey Yong pun marah besar. Menurutnya, siapapun yang membohonginya tidak akan dia biarkan hidup. Bahkan Kwee Ceng menyerahkan belatinya ke Oey Yong agar Oey Yong bisa membunuhnya. Tapi, Oey Yong tidak sanggup karena terlalu mencintai Kwee Ceng. Oey Yong mengusir Kwee Ceng, dan Kwee Ceng pergi dengan berat hati.

Karena Kwee Ceng benar-benar pergi, Oey Yong menyesal dan mengejarnya. Di tengah perjalanan, ternyata Kwee Ceng masuk ke dalam perangkap. Untunglah Oey Yong segera menyelamatkan Kwee Ceng dari perangkap yang belakangan diketahui bernama barisan halilintar yang disiapkan oleh sang biksu yang merupakan teman Auw Yang Hok. Mereka bertarung. Pada saat bertarung, sang biksu memukul Oey Yong dan tangannya terluka karena mustika baju berduri. Setelah itu, Oey Yong membuka jati dirinya yang sebenarnya bahwa ia adalah anak si Sesat Timur Oey Yok Su. Mengetahui hal itu, si biksu segera meninggalkan mereka berdua.

Keesokan harinya, Kwee Ceng dan Oey Yong kembali bertemu dengan nona Bok dan ayahnya di penginapan. Oey Yong sangat pencemburu, bahkan Kwee Ceng sama sekali tidak diperbolehkan untuk melirik nona Bok. Kemudian, Oey Yong berniat untuk menggoda nona Bok tanpa sepengetahuan Kwee Ceng.

Saat nona Bok menuju ke kamarnya dia terkejut karena ada tikus yang ditaruh oleh Oey Yong. Karena terkejut secara tidak sengaja nona Bok melemparkan bungkusan yang berisi baju dan papan nama Kwee Siaw Thian. Kwee Ceng yang merasa tidak enak dan membantu nona Bok untuk merapikan barang-barangnya secara tidak sengaja memegang papan nama tersebut dan bertanya pada paman Bok. Saat itulah, semuanya terungkap. Paman Bok ternyata adalah Yo Tiat Sim , adik angkat ayah Kwee Ceng .

Cerita Pendekar Pemanah Rajawali episode 6

Setelah kembali ke penginapan, ternyata Yo Tiat Sim berniat untuk menjauhkan Oey Yong dari Kwee Ceng. Ia mengajak Kwee Ceng berbicara dan berniat untuk menjodohkan Kwee Ceng dengan anak angkatnya Bok Liam Cioe. Tetapi, Kwee Ceng tetap menolak dan meminta maaf karena ia menyukai Oey Yong.

Sementara itu, Oey Yong yang sangat marah berusaha untuk membunuh Bok Liam Cioe. Untunglah Kwee Ceng sempat mencegahnya, tapi Oey Yong yang sudah terbakar api cemburu langsung pergi dan tidak kembali lagi. Seharian Kwee Ceng mencarinya tapi tak menemukannya. Saat ia kembali ke penginapan, Yo Tiat Sim malah menyuruh A Ceng untuk melupakan Oey Yong dan menikah dengan nona Bok. Ternyata di dalam hati nona Bok, diam-diam sudah terisi dengan wajah seorang pangeran muda tampan bernama Wan Yen Kang.

Di saat berjalan-jalan keluar penginapan, secara tidak sengaja Bok Liam Cioe bertemu dengan Wan Yen Kang. Bok Liam Cioe menceritakan bahwa besok akan diadakan pertandingan kungfu untuk mencari jodohnya. Tiba-tiba, Wan Yen Kang teringat bahwa hari ini dia harus menemui gurunya , Bwee Tiaw Hong. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Bok Liam Cioe bertemu dengan Bwee Tiaw Hong. Mereka bertarung , namun nona Bok bukanlah lawan Bwee Tiaw Hong. Untunglah, di saat genting Oey Yong menggunakan mustika berduri untuk menyelamatkan nona Bok. Karena mengetahui adanya mustika baju berduri, Bwee Tiaw Hong yang buta beranggapan bahwa gurunya, si Sesat Timur Oey Yok Su mengirim orang untuk meangkapnya.

Keesokan harinya, pertandingan kungfu untuk mencari Wan Yen Kang pun dimulai. Saat itulah Wan Yen Kang muncul dan berhasil mengalahkan nona Bok, tapi ia tak mau menikahi nona Bok. Kwee Ceng marah dan bertarung dengan Wan Yen Kang tapi karena perbedaan ilmu kungfu yang begitu jauh, Kwee Ceng tak berdaya bahkan nyaris terbunuh. Untunglah, pendeta kelima Coan Cin, Ong Cie It segera menyelamatkannya. Menyadari paman guru kelimanya datang, Wan Yen Kang langsung memberi hormat dan membiarkan Kwee Ceng pergi bersamanya.

Keesokan harinya, Wan Yen Kang bertemu dengan gurunya, pendeta Khu Cie Kee. Pendeta Khu Cie Kee kembali mengingatkan bahwa pertandingan di restoran Dewa Mabuk pada tanggal 24 bulan 3 sudah dekat. Ternyata, pendeta Khu menyadari bahwa ada orang yang mengintai yaitu Auw Yang Hok. Pendeta Khu Cie Kee yang mengetahui bahwa muridnya berteman dengan Auw Yang Hok marah besar dan berniat memusnahkan ilmu kungfu si Auw Yang Hok. Wan Yen Kang masuk ke pertarungan dan bertarung dengan Auw Yanng Hok. Di tengah pertempuran, Wan Yen Kang dan Auw Yang Hok berkonspirasi. Wan Yen Kang akan memukulnya sekali dan Auw Yang Hok akan lari. Setelah Auw Yang Hok lari, Wan Yen Kang berniat mengejarnya tapi dicegah oleh pendeta Khu Cie Kee.

Cerita Pendekar Pemanah Rajawali episode 7

Pangeran keenam Dinasti Kim Wan Yen Hung Lieh yang sudah mabuk berat bertemu dengan Pao Sek Yok di gubuk tua yang dibangun sang pangeran untuk mendapatkan hatinya. Sayang, setelah 18 tahun berlalu, sang pangeran tak kunjung mendapatkan simpati. Mereka sempat bertengkar kecil. Akhirnya, dengan penuh rasa kecewa sang pangeran meninggalkan gubuk tua itu.

Keesokan harinya, pangeran muda Wan Yen Kang berdoa di sebuah kuil kecil dan bertemu dengan Bok Liam Coe. Liam Coe menceritakan keadaan Yo Tiat Sim yang mabuk karena terlalu merindukan ibunya, Pao Sek Yok. Tapi Wan Yen Kang atau Yo Kang menyuruh Liam Coe agar mencegah Yo Tiat Sim menemui ibunya. Karena Liam Coe berkeras, Yo Kang mau mempertimbangkan.

Malamnya, Yo Kang menemui ibunya dan mengatakan semuanya. Tanpa banyak tanya, Pao Sek Yok segera beriap-siap untuk menemui Yo Tiat Sim tapi dicegah oleh Yo Kang. Karena sedang sakit, Yo Kang menyarankan ibunya untuk menulis surat kepada Yo Tiat Sim. Mengetahui hal ini, Wan Yen Hung Lieh murka. Bahkan dia berusaha untuk merobek-robek surat Pao Sek Yok untuk Yo Tiat Sim. Untunglah Yo Kang berhasil mencegahnya.

Sayang, Yo Kang ternyata anak durhaka. Alih-alih menyampaikan surat ibunya yang asli, dia malah menyuruh orang untuk membuat surat palsu dan menyerahkan surat palsu itu ke ayah kandungnya, Yo Tiat Sim. Sesudah membaca surat palsu yang diserahkan Yo Kang, Yo Tiat Sim tanpa curiga membacanya, dan hancurlah hatinya. Tidak hanya itu, Yo Kang malah menyuruh Yo Tiat Sim untuk pergi jauh-jauh dari kota itu karena keberadaan Yo Tiat Sim akan membuatnya malu.

Mendengar perkataan Yo Kang, Yo Tiat Sim yang sudah hancur hatinya semakin murka bahkan sempat menampar Yo Kang, anak kandungnya sendiri. Yo Kang pergi, tapi Liam Coe mengejar dan berusaha membujuknya. Liam Coe yang sudah menaruh hati pada Yo Kang tanpa curiga malah masuk ke dalam pengaruhnya. Dengan mudahnya, Liam Coe terbujuk oleh kata-kata palsu Yo Kang.

Ketika sudah kembali ke istana, Yo Kang mengadakan upacara pembakaran kertas sambil menangis. Hal itu menarik perhatian ibunya. Ibunya penasaran dan bertanya siapa yang meninggal. Ternyata di dalam , Yo Kang sudah menyiapkan papan kematian bertuliskan Yo Tiat Sim lengkap dengan lilin dan kertas. Sampai titik ini, rencana Yo Kang berjalan dengan lancar. Ia berhasil membuat ibunya percaya bahwa Yo Tiat Sim sudah meninggal dunia.

Di lain tempat, Oey Yong yang sedang berjalan-jalan tiba-tiba ditabrak oleh orang tak dikenal. Ternyata orang itu mencuri dompetnya. Oey Yong mengejar orang itu dan hendak menghajarnya. Sebelum sempat menghajar orang itu, Oey Yong dicegah oleh keenam guru Kwee Ceng, tujuh orang aneh dari Kang Lam (satu orang, yaitu guru kelima Kwee Ceng sudah meninggal saat mereka bertarung dengan Bwee Tiaw Hong di Mongolia).

Singkat cerita, keenam guru Kwee Ceng mengajak Kwee Ceng bertemu Yo Tiat Sim dan pendeta Ong dari Coan Cin. Mereka berniat untuk menjodohkan Kwee Ceng dengan Bok Liam Coe. Karena kesal, Oey Yong malah menantang bertarung keenam gurunya. Terakhir, Oey Yong kabur dan Kwee Ceng berusaha mengejarnya walaupun dicegah oleh keenam gurunya.

Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak, pada saat Kwee Ceng dan Oey Yong bertengkar, datanglah tuan muda Auw Yang Hok dengan perahunya. Oey Yong yang sedang kalut dan ingin membuat Kwee Ceng cemburu malah melompat ke perahu Auw Yang Hok (Auw Yang Hok adalah keponakan si Racun Barat Auw Yang Hong).

Tak lama kemudian, Oey Yong yang merasa sudah cukup memanas-manasi Kwee Ceng berniat pergi dari perahu Auw Yang Hok. Tapi sayang, Auw Yang Hok tak mau melepaskannya. Terjadilah pertarungan panjang diantara mereka berdua. Tidak hanya pertarungan secara fisik tapi juga pertarungan strategi yang cukup sengit.

Untunglah, di saat terdesak, Oey Yong berhasil bertemu dengan Bwee Tiaw Hong. Bwee Tiaw Hong yang berilmu tinggi tapi buta, berhasil dibujuk oleh Oey Yong untuk membantunya melawan Auw Yang Hok dengan iming-iming ia akan diterima lagi menjadi murid oleh gurunya yang tak lain adalah ayah Oey Yong, Si Sesat Timur Oey Yok Su. Dengan bantuan Bwee Tiaw Hong, Auw Yang Hok berhasil dikalahkan.



Episode 8 disini
Episode 1,2,3,4 disini

0 komentar:

Poskan Komentar