Rabu, 07 Maret 2012

Sinopsis Return of the Condor heroes Episode lengkap

Sinopsis Return of the Condor heroes Episode lengkap - Peperangan sengit terjadi diluar benteng kota Xiangyang. Sebagian pasukan pembela Xiangyang ada yang menghadang prajurit, ada juga yang liong lie menyerang markas tentara mongol, menghancurkan tenda dan gudang logistiknya. Diantara mereka ada Oey Yok su, Ciu Pek Thong, Kwee Hu dan banyak lagi. Kaisar Monggol di dampingi Hakim Roda mas menonton dari panggung perang dengan puas hati. Bagaimanapun, pasukan monggol menang dalam hal jumlah. Kaisar monggol begitu percaya diri kalau mereka pasti akan menang. Menjelang senja, kaisar monggol menarik pasukannya untuk mundur dan beristirahat.

Sinopsis Return of the Condor heroes Episode terakhir

Sinopsis Return of the Condor heroes Episode lengkap
Kaisar monggol: "Sebaiknya kita beristirahat sekarang, besok kita lanjutan peperangan ini."
Hakim Roda mas: "Baik." lalu dengan suara lantang hakim roda mas berteriak, "Munduuur...!" Tentara monggol pun berarak mundur. Begitu pula pasukan Song yang di pimpin Kwee ceng dan oey Yong. Perang zaman dahulu seperti itu ya... ada pengaturan waktunya. Kwee ceng dan pasukannya pun bergerak mundur memasuki benteng Xiangyang. Kwee Ceng melihat oey yong dan Kwee Hu, lalu bertanya apakah ada kabar dari yoko dan Kwee Siang? Oe Yong menjawab tidak ada. Kwee ceng terlihat sedikit kecewa. Kemudian dia menyuruh oey Yong dan pasukannya kembali ke dalam kota.

Malam harinya, nyonya Kwee (Oey Yong) sambil mendekap selimut pergi ke benteng mencari Kwee Ceng. Para prajurit yang melihatnya menyapa dengan hormat. Oey Yong bertanya di mana pendekar Kwee? Prajuritnya mengatakan kalau pendekar Kwee ada di atas tembok benteng. Oey yong segera menuju kesana. Dia terharu melihat keadaan suaminya yang tertidur di sisi para prajurit. Dengan penuh kasih sayang dia mengusap pipi kwee ceng dan berkata, "kakak Ceng, masa depan xiangyang, hidupmu dan hidupku...akan di tentukan pada pertemuran besok.." lalu dia menyelimuti Kwee Ceng dan menyandarkan kepala di dada bidang suaminya.

Di kedalaman lembah di bawah tebing putus cinta, Yoko-Siauw Liong Lie duduk berpelukan saling melepas kerinduan. Keduanya terlihat begitu bahagia dan menikmati kebersamaan kembali. Yoko memeluk Liong Lie dengan erat, seakan tak ingin melepaskannya lagi. Matanya terpejam namun telinganya terbuka lebar mendengarkan suara lembut Liong lie, yang telah begitu lama dirindukan, "Guo'er, kini kita telah bersama kembali. Apakah kita akan hidup dengan normal dan damai atau menjelajahi dunia?"

"16 tahun aku telah melakukan perjalanan yang jauh dan luas,mengunjungi ribuan bukit dan jutaan danau, sehingga aku bisa memiliki hari seperti hari ini. Long'er, aku tidak ingin pergi kemana-mana lagi." ucap Yoko.

Siauw Liong Lie mangangkat kepalanya dari dada Yoko, menatapnya dengan khawatir, "Guo'er..dengan sifat nakalmu...jika tinggal di tempat seperti, apakah kau tidak akan bosan?"

Yoko : "Kenapa bosan? Aku memyimpan banyak cerita selama 16 tahun. 1000...10.000...yang tidak akan habis kuceritakan seumur hidup. Aku akan menceritakannya padamu satu demi satu... pelan-pelan," Yo Ko berdiri, Liong Lie ikut berdiri dan tersenyum, "Long'er, kita tidak akan pernah berpisah lagi." Lalu keduanya bergandengan tangan, menatap keatas, menembusi lubang kecil tempat masuknya cahaya. Saling tersenyum lalu terjun kedalam danau dan muncul lagi di muara dimana Oey Yong dkk pernah turun dengan menggunakan tali dari atas tebing putus cinta.

Sinopsis Return of the Condor heroes episode Terakhir . Pagi sekali Kwee Ceng terbangun. Disisinya tidur Oey Yong. Kwee Ceng mengambil selimut dan menyelimuti Oey Yong sebelum berkeliling memeriksa pasukannya. Diatas tembok benteng Kwee Ceng meihat panggung berjalan raja mongol. Diatas panggung itu ada tiang dimana tubuh kwee siang terikat. Melihat itu kwee Ceng langsung Shock. Di tambah lagi dengan teriakan hakim roda mas yang mmenantangnya agar menyerah, kalau tidak kwee Siang akan dibakar hidup-hidup. Kwee Ceng langsung histeris berteriak-teriak memangging Kwee Siang. "Siang'er.. siang'er jangan takut, ayah akan menyelamatkan mu!" sambil berkata begitu kwee Ceng segera bergegas menaiki kudanya dan meminta penjaga agar membuka pintu gerbang.

Melihat itu hakim roda emas terlihat senang karena,"Akhirnya kau keluar juga..!" Lalu dengan bersemangat, hakim roda mas memprovokasi kwee Ceng agar datang melihat putrinya. Mendengar itu, anak buah Kwee Ceng, Wu bersaudara, Yeluqi, Kwee Hu dan Oey Yong ikut keluar dari benteng. Mereka menghampiri Kwee Ceng. Semua terlihat Shock melihat kwee siang terikat di tiang. oey Yong bahkan menangis histeris tanpa bisa menahan diri. Sementara itu hakim roda emas tidak berhenti berteriak menyuruh kwee Ceng menyerah. kalau tidak ingin melihat Kwee Siang mati. Kwee Siang pun berteriak memanggil ayah -ibunya. Dia bahkan bilang kalau dirinya tidak takut mati.

Kwee Ceng sepertinya sedikit tenang mendengar kata-kata putri bungsunya. Dia tidak terprovokasi. Kwee Ceng bahkan membalas kata-kata hakim roda mas dengan nada mengejek, "kalau kau tidak takut padaku, kau pasti tidak akan mengancam ku. Melihat kau begitu takut padaku, aku tidak akan mati dengan mudah!"

Hakim Roda mas: 'Katanya pendekar Kwee berani dan pilih tanding. tapi ternyata dia seorang yang takut mati!"

Mendengar itu, Kwee Hu menjadi marah, "Ayah, sebaiknya kita berhenti bicara dan mulai bertindak."
Hakim roda mas: "Kwee Ceng, kalau kau tidak menyerahlah! putrimu akan mati dibakar!"
Kwee Ceng: "Lakukan saja kalau berani, kita akan lihat...!"
Hakim Roda mas: "tembaaaakkkk!"
Kwee Siang : 'Ayaaah.. ibu.... jangan mendekat!"
Hakim Roda mas: "Kwee Ceng sebaiknya cepat menyerah!"
Kwee Siang: "ayah, aku tidak takut! jangan mendekat!"

Sementara itu pasukan mongol mulai mengepung diiringi dengan tembakan meriam. Mereka mendekati dinding benteng dan akan merangsak masuk melalui pintu air. Kwee ceng berteriak menyuruh yelu Ci agar menghadang mereka. Yelu Ci segera pergi membawa orang-orangnya untuk menhadang pasukan mongol. Kwee Ceng menghampiri oey Yong yang masih terlihat Shock melihat keadaan kwee siang, "Rong'er, melindungi Xiangyang lebih penting."

Hakim roda mas menjadi tidak sabar, "Kwee ceng, jika kau mempunyai perasaan, kau pasti menyerah. Khan akan membebaskan putrimu. Jika kau tetap melawan, kami akan membakar putrimu sampai mati."
Kwee Siang: " Ayah...!" Oey Yong terlihat bingung, antara melindungi Siangyang atau menyelamatkan Kwee Siang, " Siang'er!"
Kwee Siang: "Ibu! Aku tidak takut..tidak takut!"
Hakim Roda mas: "Aku akan membakarnya hidup-hidup!"

Mendekar itu, Oey Yong menjadi kalap, dia berlari ingin menyelamatkan kwee Siang, Kwee Ceng segera belari mencegah Oey Yong, "Rong 'er, jangan gegabah!"
Oey Yong mendorong Kwee ceng, "Lepaskan aku!"
Kwee Ceng tidak mau melepaskannya, "Rong'er, negara lebih penting. Siangyang lebih penting!"
Oey Yong: 'Lepaskan aku, aku akan menyelamatkannya!" Oey Yong memberontak danmendorong Kwee ceng, tapi tenaga dalam Kwee ceng lebih kuat darinya, "Rong'er, kita harus lebih memperhatikan nyawa orang banyak! Kita bertanggung jawab atas pertahanan kota! Jangan biarkan hal ini menganggu rencana kita!"

Sinopsis Return of the Condor heroes Episode lengkap - Oey Yong berteriak sambil menangis memanggil Kwee Siang. Dia tidak lagi memberontak. Kwee Ceng pun melepaskannya. Dengan histeris, Oey Yong berlari menghampiri kudanya. Sungguh suatu pemandang yang tidak pernah terjadi. hati seorang ibu siapapun pasti tahu. Bahkan seseorang seperti Oey Yong yang kepandainya tidak tertandingi, kebiijaksanaanya diakui dunia, masih bisa kehilangan pikiran sehatnya jika menyangkut keselamatan anaknya. Sementara itu, hakim roda mas terus berteriak menyuruh Kwee Ceng menyerah. Kwee Ceng pun sepertinya berada dalam dilema. Antara menyelamatkan anak dan membela negara. Akhirnya dengan berat hati, Kwee Ceng memerintahkan pasukannya agar mundur.Semua mendengar perintah kwee ceng dan bergegas mundur kembali memasuki benteng. Oey yong masih terpaku diatas kudanya. Kwee Hu bertindak lebih cepat. melihat semua pasukan mundur, Kwee hu memacu kudanya memasuki medan pertempuran, "Adik, aku akan menyelamatkanmu!"

Kwee Hu dengan berani bertempur mati-matian melawat prajurit mongol yang tidak terhitung jumlahnya. banyak prajurit yang terlukai oleh pedang Kwee Hu, tapi satu lawan banyak orang, sekuat apapun pasti bukan tandingan. Kwee hu pun terjatuh dari kudanya. Tekena pukulan dan tendangan hinga muntah darah. Melihat itu Kwee siang menangis hingga airmatanya terjatuh. Dan air mata yang jatuh itu.... mengenai dahi yoko yang sedang bersama Liong Lie. Yoko mengusap dahinya dan berkata, "Aku mendapat firasat...!"

Melihat keadaan Kwee Hu, hati Kwee Siang menjadi sedih, dia menyuruh kakanya agar pergi dan tidak usah menolongnya. Tapi Kwee Hu, sudahpun terkepung. Begitu pula Wanyen ping, dan yelu lan. Semua sibuk bertarung dalam kepungan prajurit mongol. Kwee hu berteriak memyuruh Hakim roda mas agar melepaskan adiknya. hakim roda mas hanya tertawa. Tiba-tiba di quarter tengah muncul seekor rajawali raksasa yang dengan kepakan sayapnya menerbang selusin tentara mongol dan membantingnya ketanah. Tak lama kemudian muncul bayangan hitam dan putih yang turut memporak porandakan barisan pasukan mongol. Siapa lagi kalau bukan pasangan pendekar kita, Yoko-Liong Lie. Semua orang tercengah dan takjub melihat perpaduan kekuatan dashyat burung rajawali dan pasangan Yoko-liong Lie. Ada yang merasa senang, ada yang gemetar ketakutan.

Melihat itu hakim roda mas menjadi panik, "Yang mulia Khan, itu Yoko. Sebiknya yang mulia menepi. Biar saya yang menghadapi Yoko yang malang itu!" Raja mongol menganguk setuju dan segera bergegas pergi.

Melihat Yoko, Kwee Siang langsung berteriak, "Kakak Yo....!"
Kwee Ceng dan Oey Yong terlihat lega melihat Yoko. Rasa percaya diri Kwee Ceng mulai kembali, dia tersenyum dan berteriak, "Guo'er, kupercayakan Kwee Siang padamu." lalu dia daan seluruh pasukan bergerak mundur untuk mempertahankan kota Siangyang. Pasukan kwee ceng bertambah semangatnya. Yelu ci bertarung dengan gagah berani begitu pulka Zhu ziliu.

Sinopsis Return of the Condor heroes Episode lengkap Mempertahankan kota siangyang adalah tanggung jawab. Semboyannya hanya satu... membunuh atau terbunuh. KWee Hu yang terdesak pun merasa kaget saat melihat sesosok bergaun putih membantunya. Sesaat dia terpaku tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Liong Lie dengan jubah putihnya menghajar prajurit yang mengepung mereka. Seperti anugerah mungkin, disaat yang mendesak, muncul bala bantuan. Kwee Hu tidak terpaku lama, karena serangan mulai berdatangan. Yoko segera meloncat kepanggung untuk menghadapi hakim roda mas. Kwe Siang gembira melihat yoko. Hakim roda mas berdiri menunggu dengan pukulan berisi tenaga dalam yang siap dilancarkan. Didepan ada tungku perapian, dengan ganas roda mas melancarkan pukulan kearah api sehingga api melayang kearah Yoko. Pahlawan kita dengan mudah berkelit. Roda mas melancarkan pukulan lagi, Yoko menghindarinya dengan meloncat tinggi lalu mendarat dengan gagah di sebatang balok pembatas.

Hakim roda masa tersenyum lebar, "Saudara Yo, akhirnya kau muncul juga. Aku telah lama menunggumu. Kita harus bertarung dengan hebat hari ini. Biar nona kecil ini yang menentukan siapa yang kungfunya lebih hebat."
Yoko terseyum kecil. "Ayo kita mulai."
Kwesiang menatap Yoko dan menyemangatinya, "Kakak Yo, kau harus menang."

Hakim roda mas tertawa kecil dan meloncat tinggi sambil berteriak, begitu pula Yoko. Keduanya melayang dan berhadapan diudara. Pertarungan tingkat tinggi pun dimulai. Adu tenaga dalam diantara keduanya menimbulankan suara ledakan dan asap. Hakim roda mas memukul, Yoko menangkis. Yoko memukul, roda mas menangis. Begitu seterusnya. Hingga roda mas mengeluarkan senjata adalannya. Yoko masih terlihat santai. meloncat kesana kemari menghindari terjangan 5 roda berputar milik roda mas.

Dibawah, Liong Lie dan para pendekar wanita masih bertarung menghadapi keroyokan para prajurit. Ilmu selendang hati gadis suci liong lie telah melukai banyak prajurit. Begitu pula ilmu pedang Wan yen Ping, dan kwee Hu. Semua menghadapi musuh masing-masing dengan gagah dan gigih.

Yoko dan hakim roda mas masih bertarung di udara. Pukulan hakim roda mas berhasil melukai Yoko. Hakim roda mas menyerang lagi dengan kedua tanganya. Yoko menahan pukulan itu dengan tangan kirinya. Roda mas terus menekan Yoko yang berada di bagian bawah, hingga tubuhnya melengkung dan sejajar dengan lantai panggung.

Kwee Siang terlihat kuatir melihat Yoko terdesak, lalu berkata dengan nada marah, "2 tangan melawan 1 tangan. Apakah itu adil?"Hakim roda mas dengan tenang menjawab, "akan Adil kalau aku menang." Bicara seperti itu, kosentrasi hakim roda mas sedikit kendur, Yoko memanfaatkan kesempatan itu dengan menyerang dengan pukulan. Hakim roda mas yang tidak menyangkah akan datang pukulan mendadak, tidak sempat mengelak. Akibatnya kepalanya terkena pukulan Yoko dan hampir jatuh.

Untung kakinya menemukan pijakan. Dengan cepat dia menyeranglagi dengan roda besinya. Ketika roda mas dan Yoko bertarung, seorang prajurit yang ada diatas panggung dengan sengaja membalokan tungku perapian, api pun merambat dengan cepat membakar panggung kayu. Melihat itu hakim roda mas menjadi sangat marah, "Siapa yang menyuruhmu menumpahkan api?" Tanpa menunggu lama dia segera menghajar prajurit-ptajurit hingga terlontar keluar dari panggung. Belum sempat roda mas berdiri dengan benar, Yoko menendangnya hingga terlontar jatuh. Yoko hendak menghampiri Kwee Siang, tiba-tiba papan hancur berantakan dan muncul hakim roda mas tepat di depan kwee siang. Dia menyerang Yoko dengan jurus gerakan naga dan gajah. Dengan sebelah tangan Yoko menangkisnya. hakim Roda mas menggunakan sebelah tangannya lagi untuk memukul dada

Yoko. Yoko terloncar, mulutnya menyemburkan darah. saat tubuh Yoko melayang diudara, hakim roda mas menyiapkan pukulannya lagi, kali ini dengan menggunakan peluru besi. 6 sekaligus. Yoko tidak sempat mengelak lagi, matanya menatap peluru-peluru itu dengan putus asa. Liong Lie yang melihat dari bawah berteriak panik. hakim Roda mas tertawa penuh kemenangan. Kwee siang berteriak sedih, "kakak Yo...!"

sesaat Yoko siauw liong lie saling menatap dengan putus asa. Airmata menetes di pipi Liong Lie. yoko pun turut menangis. Rasa putus asa memenuhi tatapan matanya. Terbayang kembali kenangannya dahulu saat mengembara tanpa liong lie. Hidup dalam keputus asaan, "Pemikiran yang banyak tidak berguna. Hanya berguna untuk sebagai ucapan selamat tinggal.jika memang benar ada waktu untuk mengucapkan selamat tinggal, maka semua penderitaan akan ada gunanya. waktunya singkat, di mana kegembiraan setelah kesedihan" Yoko menangis. Air matanya menetes. sebelum jatuh, Yoko segera menangkap tetesan airmata itu berteriak dan melayangkan pukulan yang sangat dashyat kearah 6 peluru besi yang mengarah padanya. Serentak ke 6 peluru besi itu melayang kembali kearah hakim roda mas. Roda mas bisa menghindar, tapi panggung menjadi hancur porak poranda. Roda mas terjatuh bersama puing-puing reruntuhan panggung. Liong lie tersenyum bahagia melihat yoko terhindar dari bahaya.

Sinopsis Return of the Condor heroes Episode lengkap Tubuh Roda mas meluncur jatuh.Lengan baju Yoko memberlit tubuh hakim roda mas dan membangtingnya ke tanah. Hakim roda mas dengan susah payah berdiri, lengan baju Yoko kembali membelitnya dn membantingnya ketanah hingga tak berdaya. Kwee siang bersorak kegirangan melihat Yoko menang. Api mulai merambati tiang tempat kwee Siang terikat. Kwee siang berteriak-teriak histeris. Lalu tiang itu patah dan meluncur jatuh bersama Kwee Siang. Yoko dengan sigap meraih tubuh kwee Siang, keduanya mendarat dengan selamat di tanah.

"kakak Yo, kau berdarah," ucap Kwee siang sambil mengulurkan tanganya untuk mengusap darah itu.
Tapi Yoko mencegahnya, "aku tidak apa-apa." (Ah...Yoko, dia tidak mau wanita lain menyentuhnya). Yoko menatap Liong Lie yang sedang bertarung dan segera bergegas liong lie meninggalkan Kwee siang sendiri. Sekali sapu, seluruh pengeroyok liong Lie pun berjatuhan. Keduanya saling tatap dn berhadapan. Kwee Siang menatap Yoko-Liong Lie dengan nanar. Kwee hu pun begitu. Tiba-tiba terdengar suara keras. Panggung yang terselimuti apai roboh dan akan jatuh menimpa Kwee Siang.

Kwee Hu, Yoko dan Liong Lie yang melihat itu segera berlari hendak menolong. Hakim Roda mas lebih cepat. Lelaki itu mendorong tubuh Kwee siang jauh-jauh, tapi akibatnya dia sendiri tertimpa oleh meriam-meriam yang berjatuhan hingga menghimpit tubuhnya. Dari kepalanya mengalir darah segar. Kwee Siang yang melihat itu segera berlari menghampiri. Hakim roda mas meringis kesakitan.
"Hakim Roda mas.."| panggil Kwee Siang dengan rasa sedih dan iba.
"Aku ingin mendengar... kau memanggilku... guru," ucap Hakim roda mas terbata-bata menahan sakit.
Kwee siang yang mengangguk sambil menangis, "Guru...!"
Hakim roda mas tertawa bahagia... lalu mati. Mati dengan cara yang baik sekali. Kelak, hakim roda mas mendapat penghormatan dari rakyat siangyang karena telah menyelamatkan Kwee siang. Yoko, Liong Lie dan kwee Hu hanya bisa terpaku. sama sekali tidak menyangkah kalau musuh yang berkali-kali mencoba mencelakai mereka, punya hati mulia menjelang ajalnya.

Kwee hu segera berlari menghampiri kwee siang dan memeluknya. Yoko-Liong Lie menatap keduanya dengan bahagia. lalu Kwee siang menarik tangan kwee Hu agar mendekati Yoko dan liong Lie. Kwee Siang memberi salam pada liong Lie dengan memanggilnya nyonya Yo dan mengatakan kalau Liong Lie cantik sekali.
Liong Lie tersipu mendengarnya, "Adikkecil, terimah kasih karena telah mendoakan kami. Kakak yoko mu telah bercerita banyak tentang dirimu. Dan memaksaku untuk datang ke sini menemuimu."
Kwee siang tersenyum gembira, "Hanya kakak Lung yang serasi dengan kakak Yo ku."
Liong Lie meraih tangan Kwee siang dan mengandengnya dengan lembut. Biasanya, Liong Lie dingin dan acuh tak acuh terhadap semua orang, tapi karena Yang Guo telah bercerita bahwa kwee siang demi mencegahnya untuk bunuh diri telah menjatuhkan diri ke dalam jurang putus cinta, liong Lie jadi sangat menyukainya.

Peperangan masih berlangsung. Yelu ci terlihat lelah dan kewalahan melawan para pengeroyoknya. Kwee hu menatap dengan kuatir. tapi tidak bisa berbuat banyak. Yoko yang pun tahu itu. tapi dengan watak nakalnya yang suka mengerjai orang, dia berkata, "Adik Hu, jika kau menyembahku 3 kali aku akan menyelamatkan suamimu."

Karena sifat tinggi hati dan sombongnya, Kwee Hu sebenarnya lebih suka mati daripada menyembah Yoko. Tapi melihat bahwa suaminya dalam bahaya, ia tidak ragu-ragu dan segera berlutut dihadapan Yoko. Yoko terkejut melihat kenekatan Kwee Hu dan segera membantunya berdiri. Yoko terlihat menyesal karena mengatakan hal itu, "Tidak perlu seperti itu, aku hanya menggodamu. Saudara Yelu ci dan aku adalah teman dekat, aku pasti akan membantunya meskikau tidak memintaku."

Sinopsis Return of the Condor heroes Episode lengkap - Lalu pada Liong Lie, dia berkata, "Long'er, tunggu aku." setelah berkata begitu, Yoko segera terjun ke medan perang membantu Yelu ci.Sekejap saja lawan-lawannya sudah pada Ko. Yelu Ci berterimah kasih pada Yoko. Kwee Hu dan Liong Lie masing-masing berlari kearah pasangannya. Yelu Ci memeluk Kwee hu dengan erat. sementara liong lie, seperti biasa... memegang wajah Yoko dan menyeka keringat di wajahnya dengan ujung lengannya.

Tapi perang belum usai. Khan segera menyuruh pasukannya untuk menyerbu kembali. Yoko terlihat kuatir. Dia menatap Liong Lie, sesaat dan sekali lagi menyuruhnya agar menunggu. liong Lie mengangguk. Yoko, dengan selusin tombak mengantung di punggungnya, dan 4 ekor kuda yang di ikat jadi satu, seorang diri dia menyerbu kearah kaisar mongol. Pimpinan pasukan segera menyuruh anak buahnya menghadang Yoko. Tapi semuanya bukan tandingan. Bahkan sepasukan pemanah yang menjadi pasukan pelindung Khan dihancurkannya dengan lemparan tombak. Khan menjadi panik. Lemparan tombak yoko begitu mematikan. Bahkan pemegang bendera juga roboh di terjang tombak Yoko. Pasukan pengawal Khan semakin panik. Mereka segera menyuruh Khan pergi. Khan segera memacu kudanya lari dari medan perang. tapi yoko terus mengejar. pasukan pelindung monggol segera memasang jaring untuk menjatuhkan kuda-kuda yang dinaiki Yoko. Kuda-kuda itu roboh tersandung tali jaring. Tapi Yoko tetap melaju kencang mengejar Khan dengan ilmu meringankan tubuhnya. Dia berlari cepat menjajari laju kuda Khan. Semua pasukan yang menghadangnya terpelanting. tujuan Yoko hanya satu menangkap Khan. Dengan ilmu jentikan jari, Yoko membunuh kuda Khan dengan sebutir kerikil. Khan terjatuh dari kudanya dan segera menyiapkan busur panah. Dengan cepat anak panah meluncur kearah Yoko. Yoko menghindar. Lengan baju yoko menepis tombak yang ada didepannya maka dengan secepat kilat tombak itu meluncur kearah Khan, menembus dadanya hingga separuh lalu terpelanting keudara dan menacap di tanah dengan tubuh Khan masih tertusuk di batangnya. Melihat itu seluruh pasukan monggol segera kabur menyelamatkan diri masing-masing.

"Khan sudah Mati!" Berita itu tersebar bagai hembusan angin. pasukan Song bersorak. Kwee hu dan Yeluci tertawa gembira. liong Lie hanya tersenyum kecil namun terlihat kebanggaan diwajahnya.Kwee Siang pun terlihat bahagia. Kwee ceng hampir menangis manahan haru dan bangga pada apa yang dilakukan Yoko. Akhirnya peperangan berakhir. Dengan terbunuhnya Khan, untuk sesaat invasi mongol akan terhenti.

Pesta kemenangan di rayakan di jalan-jalan kota siangyang. Kembang api meledak diudara. Seluruh rakyat bersorak gembira mengalu-alukan pahlawan perang kita. Kwee ceng di dampingi Yoko memimpin pasukan pendekar memasuki kota siangyang.

"Guo'er, dengan satu tangan kau telah membunuh kaisar mongol. Menyelamatkan kota siang yang.. Rakyat ingin berterimah kasih padamu.." ucap Kwee ceng dengan bangga dan bahagia.
"Paman Kwee, aku selalu ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap yoko
"Apa itu?" tanya Kwee ceng
"30 tahun yang lalu, ketika kau membawaku ke istana Chongyang di bukit Chongnan. jika aku tidak menurutimu, aku pasti tidak akan berada di sini hari ini." ucap Yoko.
Kwee Ceng tertawa dan berkata,"Guo'er, kau telah melakukan kebajikan yang sangat besar, tak perlu merendahkan diri begitu. Dari apa yang telah kau lakukan hari ini, kau sangat layak menyandang gelar "Pendekar Rajawali."

Kwee Ceng menepuk bahu yoko. Bangga atas apa yang telah dilakukan keponakan angkatnya. Yoko hanya tersenyum tipis tidak berkata apa-apa. Dia menatap Long'er yang menunggang kuda disebelahnya. Keduanya saling bertatapan dan tersenyum penuh arti. Kwee Hu pun ikut tertawa gembira. Seluruh rakyat bersorak dan meneriakan, "hidup pendekar rajawali...! Pendekar rajawali...!pendekar rajawali..!"

Hari berganti malam. Diatas tembok benteng Siang Yang, Kwee Siang berdiri menatap keangkasa dengan tatapan sedih. Dimana Rajawali raksasa terbang melintasi rembulan diiringi dengan dua sosok yang terbang berdampingan... sosok Yoko dan Siauw Liong Lie.

Kwee Siang berguman dalam kesedihan, "berpikir kapan kita akan bertemu lagi, kali ini, malam ini, perasaan tidak dapat dinyatakan, kakak Yo, kakak Lung, semoga kalian berdua hidup bahagia selamanya dan tidak akan pernah berpisah.." ( Tamat) demikian Sinopsis Return of the Condor heroes Episode terakhir 41




Jangan lupa baca yang lagi hot penggaanti film yoko To liong to Golok Pembunuh Naga versi terbaru 2012


Sinopsis Return of the Condor heroes Episode lengkap
Oleh japarus pada .
Rating: 4.5

0 komentar:

Poskan Komentar